Rabu, 20 Agustus 2014

Antara Aku, Kamu, dan Sahabatku.


Antara Aku, Kamu dan SahabatKu
By: Abella Resa Anwar saputra

hari ini adalah hari pertama ku memasuki masa-masa SMA. Dimana orang bilang masa ini lah yang sangat menyenangkan dan tidak akan pernah terlupakan. Dimulai dari soal percintaan, persahabatan, tugas sekolah, hukuman hingga persaingan memperebutkan seorang cowok.
Di bulan juli ini adalah bulan yang sangat aku tunggu. Bulan yang membawa aku ke masa orientasi sekolah (MOS) di sekolah baruku ini SMK Kenanga Jaya II.
Aku mendapatkan gugus angsa. Di sini aku mendapatkan teman pertamaku. Dia Angga. Sekaligus cowo pertama yang aku taksir. Aneh betul aku ini, baru masuk sudah tergila-gila  dengan laki laki berdarah medan seperti dia.
“mau gak?” sapa dia pertama kali saat menawarkan biscuit. Sayangnya saat itu aku sedang merasakan sakit di perutku. Dan enggan menerima makanan apapun ke dalam sini. Aku hanya menggeleng lembut.
Selama tiga hari MOS ahirnya aku bisa akrab dengan teman-teman satu gugusku itu.
Angga memilihih kejuruan informatika, sedangkan aku memilih akuntansi. Aku berharap sekali pertemanan ini bisa terjalin lama, tidak hanya berhenti disini. Di gugus Angsa.
***  
“Joerisa Agiska” ketika nama ku itu di sebut oleh kesiswaan. Aku sempat kaget, aku masuk kelas unggulan. Aku senang bercampur takut.

Yang tak ku sangka, angga menghampiriku.
“Jo, lu masuk Akuntansi yah?  gua fikir lu informatika.”
“iya gua Akuntansi, gua fikir lu sudah tahu, gua saja sudah tahu kalau lu informatika.”
“hehe, sory, jo, lu kenal sama Nina gak? Temen kita satu gugus, dia masuk akuntansi juga”
“oh kenal, dia masuk Akuntansi B, kenapa ?”
“ah enggak jo Cuma Tanya aja, gua minta nomor handphone lu dong, nanti malam gua sms lu deh.”
Lalu aku berikan nomor handphoneku. Cepat cepat dia bergegas takut di goda dengan teman teman katanya.
Ada rasa senang dan kecewa, apa mungkin dia suka dengan Nina, gadis berdarah Arab yang cantik itu.”
***
Handphone ku berbunyi, dari nomor baru. Ku angkat cepat, dia Angga, ya benar dia Angga aku mengenali suaranya.
“Malem Jo”
“malem juga, ini siapa yah?” Tanya ku memastikan.
“ini gua Angga jo. gua ganggu gak?”
“oh angga, engga ko, ada apaan emangnya Ngga?”
“eh anu, emm itu, gua mau minta tolong dong sama lu, boleh engga?”
“apa” Tanya ku menggantung.
“cariin nomornya Nina dong.”
“oh gua punya ko, nanti gua kirim lewat message aja yah.”
Tak lama aku berbincang dengan dia, sempat kecewa saat dia menanyakan Nina, tapi cepat cepat aku mengusir jauh fikiran tak baik ini. Mungkin Angga hanya ingin berteman dengan nina.
***
Di kelas Akuntansi unggulan ini aku berkenalan dengan seorang perempuan manis .Namanya Clarisha. Dia asik untuk di ajak berbincang.
Berhubung arah rumah kami sama, maka  kami selalu pulang sekolah bersamaan. Kami berdua cepat akrab, saling berbagi cerita, bahkan saling bercerita masalah cowo sekalipun. Wajar lah perempuan. Hehe
“oh elo suka sama cowo itu, Angga kan namanya.” Sambil menunjuk kearah angga.
“hey, ko elo tau sih sha” jawabku bingung.
“tau dong, kan si Bayu temen gue, lu satu gugus juga kan sama Bayu?”
“iya sih, tapi apa hubungannya sama Bayu Sha ?”
“ih si enon mah pura pura bego apa emang bego, kata Bayu lo sama Angga deket banget waktu MOS. Ampe di ledekin pacaran. Emang lo gak sadar?”
“hah! Gua sendiri aja gak tahu. Boong tuh, gossip”
Wajah ku memerah.
“cie Angga cieeee. haha
Ku cubit pinggul Clarisha, jail sekali dia ini. Dia merintih kesakitan dan berlari kea rah kantin. Dasar Clarisha jail.
Di kantin aku bertemu dengan Bayu, Clarisha sengaja menghampiri Bayu untuk berbincang tentang ekstrakulikuler yang mereka berdua ikuti.
Clarisha dan Bayu mengikuti ekskul basket. Dan yang tidak ku sangka, seketika Angga menghampiri kami bertiga.
“ehm, boleh gabungkan ?” sapa dia sebelum duduk.
“oh tentu Ga, duduk situh deket si Jo, kan dia bokin lo” goda Bayu.
Pipi ku hanya merona semu, Clarisha hanya menyenggol bahuku.
“Apaan sih Bayu, lo kalo ngomong sembarangan.” Kilah ku.
“Tau ni Bayu, gossip aja tau itu mah. Ya kan Jo ?” bela Angga.
Aku hanya mengangguk. Kemudian dia duduk di sebelahku . Aku salah tingkah sendiri. Saat Bayu Angga dan Clarisha berbincang aku hanya diam tak berbicara sama sekali. Sampai ahirnya Angga menyadari itu.
“lu sakit ?” Tanya angga kepadaku. Aku hanya menggeleng, beruntung bel masuk berbunyi. Aku bergegas masuk ke dalam kelas sambil menarik tangan Clarisha tanpa pamit dengan Angga dan Bayu.
Di kelas fikiranku tidak menentu. Yang terbayang oleh ku hanya kejadian tadi ketika Angga menyentuh tanganku. Ingin ku ulangi sekali lagi.
Bayanganku pun buyar seketika ibu salma memanggil namaku dengan kesal.
“Joerisa Agiska, sedari tadi saya menjelaskan kamu hanya senyum – senyum sendiri, kamu tidak memperhatikan saya berbicara !”marah ibu Salma.
Aku hanya tertunduk malu. Setelah itu aku berusaha berkonsentrasi untuk focus belajar.
Hingga bel pulang tiba, Clarisha tidak bisa pulang bareng dengan ku karena dia mau ke toko buku dengan Bayu.
Aku berjalan sendiri di koridor sekolah. Tanpa ku sadarai Angga berada di sebelahku.
“Eh Angga, dari kapan lu disini.” Ku sentuh lengannya.
“dari lu keluar  kelas gua udah ada di belakang lu, tapi lu gak sadar, yaudah gua jalan di samping lu aja.” Senyum dia lepas.
Aku hanya mengangguk saja. Sampai di depan gerbang kami hanya diam tanpa kata. Sesekali aku melirik dia, ternyata dia juga memeperhatikan ku.
Saat berpisah di depan sekolah, dia memegang tanganku, “jo hati-hati ya” aku hanya mengangguk karena kaget. Semoga saja ini bukan harapan belaka.
***
“Jo menurut lo Bayu orangnya gimana?” tiba-tiba Clarisha bertanya pada ku saat jam pelajaran olahraga di lapangan.
“Baik, manis, apa lagi yaah.. ga tau juga deh, emangnya kenapa sha ? lo suka ya sama Bayu?”
“hehe iya jo gua suka sama dia, tapi kayanya dia suka sama cewek lain deh jo.”
“kata siapa sha, emang dia bilang sama lo”
“iya dia bilang dia suka sama cewe temen satu gugus dia, anak akuntansi juga, siapa ya kira-kira jo?”
“sabar ya cantik, Cuma suka kan ga berarti bakalan jadi pacar, jangan manyun gitu ah, jelek lo kalo begitu”
Lalu kami tertawa bersamaan, hingga jam istirahat pun berdering, semua siswa berhamburan, ada yang menuju kantin, perpus, masjid, sampai danau pinggir sekola pun jadi tempat sasaran untuk bersantai.
Aku sengaja pergi kelapangan basket, yang kutuju adalah angga, ya melihat angga bergelut dengan bola basketnya.
Biasanya aku di temani dengan clarisha, namun sayang, hari ini dia ada janji dengan Bayu, di kantin sekola. Karena takut mengganggu, ahirnya aku pergi sendiri ke lapangan sekola.
Tapi sayang, orang yang ingin ku lihat sedang bercanda dengan Nina.
Hancur harapan ku saat itu, ku tahan bendungan air mata ini, namun ahirnya jebol juga, ku berlari ke perpustakaan, ku ambil satu buku dan ku buka untuk menutupi wajahku.
Kumenangis sejadi-jadinya di perpustakaan, sendirian tanpa seorang pun yang tau.
Bel masuk kelas pun berdering, namun tak ku hiraukan, aku hanya bisa menahan sakitku sendiri di perpustakaan.
“dik, kamu engga masuk kelas?” Tanya seorang bapak penjaga perpustakaan.
Aku hanya menggeleng dan menatap mata si bapak tua itu, dia mengangguk seakan menegrti maksud tatapan mataku.
“yasudah tenangkan dirimu, bapak tidak akan bilang siapa-siapa”
“terimakasih pak” senyum lirih ku terurai
Bapak tua itu mengangguk lalu kembali ketempat jaga.
Hingga bel bubar sekola berdering, aku masih di dalam perpustakaan, aku sengaja menunda pulang, agar tak ada yang tahu kalau aku membolos pelajaran di perpustakaan.
Ketika aku hendak pulang, tiba tiba ada yang memegang bahu ku, aku menahan takut dan pelan pelan ku menoleh.
“tadi shasha nyariin lo, lo dari mana?” tanya bayu .
“ah elo bay, gua fikir siapa, gua tadi bolos pelajaran, tapi lu jangan bilang-bilang Shasha ya please.” Mohon ku pada Bayu.
“yaudah Jo lu balik bareng gua aja deh, gua takut lu kenapa-kenapa”
“ga usah Bay, gua lagi males balik ke rumah.”
“lho, terus lu mau kemana? Gua takut lu bunuh diri.”
“ah parah lo, ga mungkin gua sampe bunuh diri segala.” Aku dan Bayu pun tertawa.
“nah gitu dong ketawa, jangan manyun terus, jelek tau, yauda hari ini gua traktir makan ice cream yu.” Ajak bayu.
Air muka ku jadi semangat lagi, ahirnya aku ikut Bayu. Dibawa aku ke salah satu Mall di Kota Ku.
“Bayu, kita mau kemana lagi? Baskin Robbins nya udah lewat tuh, gua udah ngiler banget nih.”
Dia hanya senyum seraya berkata, “gua yang nraktir lu, lu ikutin aja gua, dan ga usah banyak omong.”
Aku hanya manyun dan terus melangkah mengikuti langkah bayu, tak lama bayu menarik tangan ku dan memegangnya.
“lo jalan deket gua aja, nanti dikiranya gua ke Mall bawa-bawa babu, kan gak enak di liatnya, haha”
Aku hanya melotot memandang dia, dia terus aja tertawa mengejek ku.
“eh cowok gila, kenapa lu bawa gua ke XXI? Kan ga ada es krim di sini?”
“aduh jo, siapa juga yang mau beli es krim di XXI, gua mau ngajak lu nonton, ada film baru yang mesti gua tonton. Makannya gua sekalian ajak lo.”
Aku hanya bengong dan mengikuti saja apa yang dia lakukan. Ahirnya aku dan Bayu nonton film yang dia pilih, ya lumayan lah moodboster buat aku.
Setelah nonton, Bayu nepatin janji dia nraktir aku es krim. saat ku nikmati es krim ku, tiba tiba Bayu membuka mulut.
“Jo, lu tadi kenapa bolos?”
“gua cerita tapi lu janji ya jangan bilang sama orangnya, gini tadi kan pas istirahat gua ke lapangan basket, mau liat Angga, eh taunya si Angga lagi beduaan sama Nina, mesra banget, gua..”
“cemburu lu ya, haha” belum habis ku bicara dipotong sudah ucapan ku, aku hanya mengangguk dan dia terus tertawa terbahak-bahak.
“sama kalo gitu sama gua Jo, gua suka sama cewe, tapi ternyata cewe itu lebih suka sama cowo lain.”
“siapa Bay? Shasa kan sukanya sama lu bukan sama cowo lain”
“hah Shasha suka sama gua?” tanya Bayu heran,
ya ampun aku keceplosan, aku hanya mengangguk ragu.
“sumpah gua ga tau kalo dia suka sama gua Jo, tapi gua ga ada feel sama dia, gua sukanya sama temen dia Jo.”
Wajah Bayu makin seriyus, “sebenernya gua..” ucapan Bayu menggantung.
“lo kenapa Bayu?” tanya ku penasaran.
“gua suka sama lo Jo, sumpah gua cemburu lu deket sama Angga, sebenrnya gua udah tau kalo Angga jadian sama Nina kemarin, tapi gua sengaja gak mau ngasi tau lo, gua takut lu kecewa, tapi ternyata lu udah tau dengan sendirinya.”
Aku hanya terdiam bingung mau bilang apa lagi atas kejujuran Bayu.
Lalu ku mengajaknya pulang, aku merasa pusing tiba-tiba,dan dia mengerti, Bayu mengantarkan ku pulang sampai di depan rumah, dia memastikan sampai aku masuk ke dalam rumah, baru dia pergi.
Ternyata di rumah mama sudah menunggu,”dari mana aja cantik baru pulang?” tanya mama dengan nada seriyus.
“itu ma, anu, emm aku nganter temen ke Mall.”
“temen yang mana? Tadi Shasha kesini nyariin kamu, kata dia, kamu ga masuk kelas dari jam masuk setelah istirahat.”
Lalu aku menangis dan menghambur kepelukan mama ku.
“maafin aku ma, tadi aku bolos pelajaran,aku ke perpustakaan ma, pas pulang aku di ajak nonton dulu sama temen ma.”
Mama mengelus rambut ku, “kenapa sayang? Kenapa kamu sampai begini?”
“Angga mah, cowo yang aku suka, pacaran sama Nina, terus ma, Bayu cowo yang Shasha suka, nembak aku tadi waktu makan.”
Mamaku tersenyum “ini semua proses menuju kedewasaan nak, pasti ada jalan keluarnya ko, yauda sekarang kamu mandi dulu sana, terus istirahat. kalo kamu butuh seseorang buat dengerin cerita kamu, keluh kesah kamu, mama siap jadi pendengar kamu.”
“iya mama makasi banget ya ma” ku pergi sambil mengecup pipi mama.
***
“kemarin lo kemana Jo? Gua fikir lo balik duluan, tapi ternyata dirumah kata mama lo, lo belom balik.” Tanya clarisha.
“anu sha, itu.. enggg ..”
“kenapa si lo, ga jelas banget”
“gua bolos ke perpustakaan Jo, gua nangis di sana, Angga sama Nina pacaran.”
“oh Angga, iya gua udah tau ko dari Bayu, semalem Bayu kerumah gue Jo, dia ceritain semuanya, dia ceritain juga pas dia jalan sama lo ke Mall bareng dia.”
“maaf sha gua ga cerita ke lu soal itu, gua takut lo marah sama gua.”
“tadinya si emang gua marah banget sama lo, tapi gua fikir-fikir lagi, ini bukan salah lu ko Jo, kalo emang lo suka sama bayu ga apa apa, gua rela dia buat lo”
Senyum Clarisha mengembang di wajahnya, aku memeluknya “Sha, gua ga mungkin sama Bayu, gua ga ada perasaan sama sekali ke dia, tenang aja ya Sha”
“Jo, everything has changed, gak ada yang tau nantinya bakal jadi apa. Apa lagi ini soal perasaan, tenang aja, Jo. Kalo pun bener lu bisa jadian sama Bayu, gue rela.”
Deg, engga tau kenapa omongan Clasrisha kena banget ke hatiku. Memang yang namanya kehidupan selalu berubah, gak ada yang tau nantinya  aku bakalan sama siapa, yang pasti sekarang aku Cuma mau lupain Angga, Move on.
Hari-hari ku kini terasa berbeda dari biasanya,aku lebih suka menghabiskan jam  istirahat di perpus, berkutat dengan buku-buku. Aku menghindar jika Bayu datang ke kelas. Aku lebih sering menolak ajakan Clarisha ke kantin. Aku benar-benar sedang butuh waktu untuk sendiri.
Gak terasa sekarang aku sudah kelas 2SMK, dikelas 2 ini aku tidak sekelas lagi dengan Clarisha, tapi persahabatan kita tetap terjalin hangat, walau sejak kejadian itu seekarang aku lebih tertutup.
Ku dengar dari Clarrisha, Angga dan Nina sudah putus. Aku berusaha tidak mau tau soal itu, aku hanya mendengarkan Clarisha bercerita, Bayu masih sendiri sampai saat ini, sama seperti Clarisha, mereka tetap akrab.
Bulan-bulan ini Clarisha sering membolos sekolah, mau gak mau aku ahirya bertanya kepada Bayu soal Clarisha, tapi sayang Bayu pun gak tau. Bayu mengajak ku untuk kerumah Clarisha sepulang sekolah.
Setiba dirumah Clarisha, yang ku temui hanya pembantunya, dia bilang Clarisha dan keluarga sedang keluar negri untuk beberapa hari, mungkin dia sedang berlibur, fikirku.
Setelah itu aku pulang di antar Bayu, sepanjang perjalanan aku melamun, tak ada satu patah kata pun yang keluar dari mulut kita.
Dan ketika mobil Bayu parkir, aku baru sadar ini bukan rumah ku. “Bay, kenapa lu ajak gue kesini? Ini rumah siapa?”
Dia Cuma senyum, dan mengajak ku turun. Aku mengikuti langkahnya masuk keedalam rumah itu, disana ada seorang ibu muda yang masih cantik, dan ternyata dia adalah ibunya Bayu, Bayu memperkenalkan aku dengan ibu nya. “Oh kamu yang namanya Joeriska, tante udah sering denger cerita kamu dari Bayu, tante selalu minta Bayu untuk ajak kamu kesini, ahirnya kamu main juga.”
Aku tertegun, tersenyum pahit, apa maksudnya Bayu membawa aku kerumahnya, memperkenalkan aku dengan ibunya, dan yang lebih aneh, ibunya sudah tau aku.
Bayu adalah anak tunggal, dia tinggal berdua saja dengan ibunya, sejak umur 5 tahun, ketika itu dia harus diperkenalkan arti sebuah perceraian. Ayahnya sekarang telah menikah lagi dengan gadis Bali, itulah sebabnya Bayu tidak pernah setuju waktu Clarisha membuat rencana untuk berlibur bersama ke Bali.
Selama seminggu, Bayu selalu mengantar ku pulang. Aku jadi akrab dengan Bayu. Hari itu, Sabtu. Aku dan Bayu pergi ke  Mall untuk nonton, gak sengaja bertemu dengan Angga, ahirnya kita jalan bareng. Angga dan bayu jalan didepan ku, mereka seperti sedang berbicara serius, tapi terlihat seperti merahasiakan dari aku.
“Hey kalian berudua, jalan aja deh sana berdua, gue balik aja.”
Angga dan Bayu membalikan badan bersamaan, dan menarik tangan ku bersamaan agar berjalan sejajar dengan mereka, lalu kami bertiga tertawa,”andai aja kamu ada di sini, Sha.” Pikir ku.
Seusai nonton, kami memilih makan di Solaria, suasana hening, sampai ahirrnya Bayu bersuara, dia berpamitan ke Toilet, aku hanya berdua dengan Angga disini.
“Jo, gue baru tau dari Nina, kalo lu suka sama gua sejak kelas satu, maafin gue ya, Jo. Gua gak peka.”
“loh? Nina tau dari mana Ga?”
“Nina bilang sih dia diceritain Clarisha, katanya Clarisha ngerasa kehilangan lu waktu lu patah hati. Jo gua minta maaf banget ya gak liat lu waktu itu, gak sadar, gua malah sama Nina, lu masih sayang kan sama gua, Jo? Lu mau kan kita mulai dari awal lagi? Lu mau jadi pacar gua?”
Aku gugup, antara senang, kesel, benci, semua perassaan kecampur jadi satu.
“maaf, Ga. Gue gak bisa. Itu dulu, sebelum gua bangkit kaya sekarang, gue udah bisa lupain lu, udah bisa bangkit, dan ga mungkin gua jatuh ketempat yang sama.”
Setelah itu kami berdua terdiam, untung lah bayu datang, seepertinya dia tau situasi yang sedang kami berdua rasakan, dia mencairkan suasana.
Setelah makan, aku pulang di antar Bayu, Angga memilih memisahkan diri setelah makan. Dia bilang, mau bertemu ibunya.
***
“Sayang, tadi Shasha telpon, katanya handpone kamu gak aktif, dia minta kamu kerumahnya.” Mama memberitahuku ketika aku sampai dirumah.
Kemudian aku mandi dan bersiap-siap kerumah Clarisha, tidak lupa aku membawa baju ganti, berhubung hari ini malam minggu, aku berniat menginap di rumah Clarisha.
Sesampainya dirumah Clarisha, aku diboyong ke kamarnya dilantai dua.
Dia memelukku, aku pun balas pelukannya, “gue kangen banget sama lo Sha, lu kok pergi gak bilang bilang sih” dia malah menangis, lalu melepaskan pelukannya,
“gua juga kangen sama lu, Jo. Kangen sama ketawa lo, cerita cerita lo, gua ngerasa kehilangan lo banget sejak kejadian dulu itu.”
Aku menghapus air matanya, aku mencerita kejadian hari itu ke Clarisha, dia minta maaf karena telah lancang menceritakan soalnya ke Nina. Dan aku memaafkan.
***
Sekarang semua sudah berubah, aku sudah benar-benar bangkit, aku sudah menebarkan senyum kesekeliling ku. Aku lebih bersemangat dari sebelumnya, dan persahabatan aku dengan Clarisha semakin erat.
Hingga suatu hari, Clarisha tidak masuk sekola lagi. Aku dan Bayu pergi kerumahnya, dan lagi-agi hanya bertemu dengan pembantunya.
“Non Clarisha ada di rumah sakit, emba. Emba susulin aja, ini kamarnya” ucap pembantunya sambil memeberikan secarik kertas kecil.
Aku dan bayu bergegas ke rumah sakit. Disana sudah ada ayah dan ibu clarisha, aku dan Bayu masuk kedalam ruangan Clarisha dirawat.
Dia tersenyum kepada kami, aku memeluknya “kenapa lo gak pernah cerita kalo lu sakit, Sha. Lo gak anggep gue temen lo? Jahat lo Sha” ucapku dalam peluknya, beruraian air mata kami.
Lalu aku melepaskan pelukan ku, dia tersenyum, dan memengan tangan ku, juga menarik tangan Bayu, dan menyatukan tangan kami.
“lo mau kan Jo, ngabulin permintaan terakhir gue?”
Aku tak menjawab, “Lo mau ya, jadi pacarnya Bayu, dia masih sayang sama lo, Jo. Kalo lu sayang sama gue, lu harus mau.” Lanjutnya.
“apaan si lo Sha, lu gak boleh ngomong gitu, lu pasti kuat.”
“Oke, gue berusaha kuat, tapi lo harus jadian sama Bayu, sekarang. Disini, didepan gue.” Pinta Clarisha.
Aku hanya mengangguk, Bayu tertegun, “Sha, makasi banyak, tapi bukan seperti ini yang gua mau, gua lebih senang kalo kita bertiga tetap temenan” lanjut Bayu.
“Jangan munafik, bay. Cepet lo tembak Jo sekarang, sebelum jo milih Angga, lagi.”
Suasana sunyi, “Jo, gua mungkin gak pernah terlintas difikiran lu, gua mungkin hanya teman laki-laki lu, yang memang akan selalu menjadi teman, gak lebih. Tapi sekali ini gua mohon, maukah elo jadi pacar gue?” bayu memegang tanganku.
Aku hanya mengangguk, dan Bayu memelukku, Clarisa tersenyum, terlihat kebahagiaan terulas di wajahnya.
Sejak itu kami resmi berpacaran, aku dan Carisha tetap sering menghabiskan watu berama, bedanya sekarang setiap malam minggu aku tidak lagi menginap dirumahnya.
Dua bulan sudah aku dan bayu berpacaran, Orang tua Clarisha menelpon ku, aku diminta untuk kerumahnya sekarang.
Aku dan Bayu segera meluncur kerumah Clarisha, sesampainya disana, suasana rumahnya penuh duka. Bendera kuning tertancap dipagar rumahnya, semua mata berair.
Aku masuk, dan langsung memeluk Clarisha, jasat Clarisha, secepat ini dia meninggalkan aku, meninggalkan kami. Karena tumor ganas dikepalanya.
Aku menangis sejadi-jadinya.
Ibunya Clarisha memberikan aku surat berwarna ungu, warna kesukaan Clarisha.
“Joe, gua sayang banget sama lo, lo udah gua anggap saudara gue sendiri, gue rela dan bahagia banget kalo orang yang gua sayang bisa sama lo, maaf gua gak pernah cerita soal penyakit yang selama ini gua derita, gua Cuma mau nikmati masa muda gua, dan gua ketemu lo, juga Bayu, gua bahagia banget. Makasi yah, lu udah mau melukis kanvas putih gua dengan warna warna yang terang, lu harus percaya, Jo. Tanpa lo sama bayu, Kanvas hidup gua pasti Cuma ada warna gelap, hidup gua gelap, tanpa semangat. Gua harap lu bisa sayang sama Bayu, sebagai mana Bayu sayang banget sama lu, dan sesayang Gua ke Bayu. Dan lu harus janji sama gua, apapun  cita-cita lo, tujuan hidup lo, lo harus kejar itu. Karna lo punya banyak kesempatan, gak kaya gue. Gue sayang sama lo. sodara gua, Joeriska Agiska.”
Setelah membaca surat clarisha aku benar benar merasa sedih, kenapa aku gak pernah bisa berikan yang terbaik buat dia dulu.
Bayu memelukku, dia menjaga ku selama pemakaman Clarisha berlangsung. Disini, di atas batu nisan Clarisha, aku berjanji pada diriku sendiri, untuk tetap hidup dan mewujudkan impian impian ku, dan juga permintaan terahir Clarisha. Menyayangi Bayu, sebagai mana Bayu menyayangiku, sebagaimana Clarisha menyayangi bayu.

The End

Tidak ada komentar:

Posting Komentar